Breaking

Thursday, March 4, 2021

Amerika Serikat Minta Junta Myanmar Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Saat Liput Demo

 Amerika Serikat Minta Junta Myanmar Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Saat Liput Demo

KLIKQQ Pada Rabu, Amerika Serikat (AS) meminta otoritas militer di Myanmar membebaskan jurnalis Associated Press dan lima jurnalis lainnya yang ditangkap saat meliput demonstrasi menentang kudeta militer.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan dia “terkejut dan muak” dengan laporan dan foto tindakan keras aparat terhadap para pengunjuk rasa. Pada Rabu, pasukan keamanan membunuh sedikitnya 38 demonstran.

Thein Zaw (32), jurnalis asal Myanmar yang bekerja untuk saluran berita AS, Associated Press (AP), salah satu di antara enam jurnalis yang ditangkap selama unjuk rasa dan didakwa dengan kasus pelanggaran UU ketertiban masyarakat, menurut pengacara mereka.

“Kami sangat prihatin terkait peningkatan serangan dan penangkapan jurnalis,” jelas Price, dikutip dari Reuters, Kamis (4/4).

“Kami menyerukan militer segera membebaskan orang-orang ini dan menghentikan intimidasi dan pelecehan terhadap media dan orang lain yang ditahan secara tidak adil hanya karena melakukan pekerjaan mereka,” sambungnya.

Price menyampaikan AS, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin kudeta dan beberapa perusahaan yang dikelola militer, mempertimbangkan langkah kebijakan lebih lanjut untuk meminta pertanggungjawaban militer Myanmar, sambil mencoba untuk menggalang tanggapan internasional.

“Kami menyerukan semua negara berbicara dengan satu suara untuk mengutuk kekerasan brutal militer Burma terhadap rakyatnya dan untuk menuntut pertanggungjawaban atas tindakan militer tersebut yang telah menyebabkan hilangnya banyak nyawa orang di Burma,” tegas Price.

Thein Zaw (32) ditangkap pada Sabtu saat meliput unjuk rasa di Yangon. Demikian disampaikan kuasa hukumnya, Tin Zar Oo kepada AFP pada Rabu (3/3).


No comments:

Post a Comment