Testing di Jakarta Turun, Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 juga Turun
KLIKQQ Kebijakan pembatasan aktivitas Jakarta berdampak positif terhadap keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19. Meski belum berdampak signifikan, Pemprov DKI mempublikasi tren penurunan keterisian tempat tidur.
Mengutip data melalui instagram @dkijakarta, dari jumlah tempat tidur isolasi yang disediakan sebanyak 8.321 unit, telah terpakai untuk 5.461 pasien atau 66 persen.
Sedangkan untuk tempat tidur pasien ICU telah terpakai 817 unit dari total yang disediakan 1.156 unit. Atau keterisian tempat tidur pasien ICU sebesar 71 persen.
Jumlah keterisian tersebut berlaku hingga 21 Februari. Dan belum ada pembaruan dari Pemprov DKI Jakarta.
Namun, demikian, testing Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh Pemprov DKI sejak 25 Januari sampai 21 Februari mengalami penurunan.
Periode 25-31 Januari jumlah orang dites PCR sebanyak 127.953 orang, jumlah kasus positif 20.079, jumlah orang dites PCR per 1 juta penduduk per minggu sebanyak 12.020, persentase kasus positif 15,70 persen,
1-7 Februari jumlah orang yang dites PCR 114.498 orang, jumlah kasus positif 23.637, jumlah tes per 1 juta penduduk per minggu 10.756, persentase kasus positif 20,60 persen,
8-14 Februari jumlah orang dites PCR 102.554, jumlah kasus positif 20.463, jumlah tes PCR per 1 juta penduduk per minggu 9.634, persentase kasus positif 20 persen
15-21 Februari jumlah orang dites PCR 78.099, jumlah kasus positif 13.662, jumlah tes per PCR 1 juta penduduk per minggu 7.337, persentase kasus positif 17,4 persen.
Pada Selasa (23/2), Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi 782 kasus baru Covid-19. Jumlah tersebut berasal dari hasil tes PCR terhadap 8.204 orang hari ini.
"Sebanyak 8.204 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 782 positif dan 7.422 negatif," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia.
Namun, Dwi menegaskan angka penambahan kasus tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Masih ada hasil spesimen belum terdata melalui sistem Kementerian Kesehatan.
"Sebagian data positif hari ini tertunda akibat perbaikan koneksi penginputan sistem Kemenkes. Kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," terangnya.
Lebih lanjut, Dwi memaparkan untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 281.843. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 74.831. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 1.075 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 12.065 orang.
Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 331.876 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 314.863 dengan tingkat kesembuhan 94,8 persen, dan total 5.248 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 16,8 persen.





No comments:
Post a Comment