Breaking

Saturday, January 23, 2021

Kesenjangan Pendidikan Antara Murid Kaya dan Miskin Semakin Besar Selama Pandemi

 Kesenjangan Pendidikan Antara Murid Kaya dan Miskin Semakin Besar Selama Pandemi

KLIKQQ Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan pandemi Covid-19 menimbulkan disparitas besar dalam dunia pendidikan. Paling menonjol, kesenjangan terjadi antara murid dari keluarga kaya dan murid keluarga menengah, miskin.

Selama pandemi, imbuh Retno, pembelajaran dilakukan secara daring. Sementara tidak semua murid memiliki akses atau fasilitas belajar secara daring.

"Muncul disparitas digital yang sangat lebar antara anak dari keluarga kaya dan keluarga menengah ke bawah apalagi miskin. Ada korelasi kondisi ekonomi yang mempengaruhi PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujar Retno, Sabtu (23/1).

Kendati pemerintah telah menyokong pendidikan dengan cara memberikan subsidi kuota bagi pelajar dan murid, upaya itu dinilai tidak tepat.

Retno mengatakan, masih banyak murid yang tinggal di mana sulit mendapat sinyal internet, blank spot. Kemudian, tidak sedikit murid dan guru memiliki perangkat yang tidak memadai untuk menunjang pembelajaran secara jarak jauh.

"Misalnya gawai mereka jadul, tidak bisa untuk mendownload apps zoom meeting atau google meeting," imbuhnya.

Terparah, kata Retno, masih ada guru atau murid tidak memiliki akses sama sekali sebagai penunjang PJJ. Mereka tinggal di wilayah tanpa ada sinyal, dan tidak memiliki gawai.

Untuk itu, menurut Retno pemerintah harusnya memetakan setiap masalah dan kebutuhan murid di setiap wilayah. Sehingga subsidi kuota yang telah diberikan kepada tepat sasaran.

"Harus dipikirkan. Harus ada pemetaan kebutuhan yang enggak bisa dapat bantuan kuota ada bantuan lain sebagai ganti kuota, belikan alat daring," tandasnya.


No comments:

Post a Comment